Perkenalkan, ini Masjid Jogokariyan. Secara fisik, masjid ini sama dengan masjid-masjid lain di wilayah perkumiman warga. Bahkan, jauh lebih sederhana dari masjid perumahan2 besar, masjid perusahaan, atau masjid kampus.

Tapi yang menarik dari Masjid Jogokariyan adalah sistem pembinaan remajanya, inovasinya dalam memberikan perlawanan kepasang masyarakat dan jamaah, serta kemampuaannya utk menarik jama’ah dari berbagai kalangan. Kata temen saya sih, dari yang soleh banget sampai yg baru mau belajar soleh ada di sini.

Tahun 2011 adalah pertama kalinya saya bertemu dan bekerja sama dgn teman2 Remaja Masjid Jogokariyan. Waktu itu, saya dan teman2 Korsa Relawan Salman ITB menyelenggarakan program pendidikan pasca erupsi Merapi.

Meskipun mereka tuan rumah, tapi mereka sangat menghargai kami sbg Inisiator program. Mereka memposisikan diri sbg anggota Tim yg siap mensukseskan program. Tanpa paksaan, mereka selalu siap saat diperlukan. Dan yg paling saya syukuri dari pertemuan dgn mereka adalah kebersahajaannya.

Masih belum kenal Masjid Jogokariyan? Ust. Salim A. Fillah adalah salah satu tokohnya dan buku-buku terbitan Pro-U Media adalah hasil karya para kadernya. Utk hal ini, Masjid Salman ITB perlu belajar banyak ke Masjid Jogokariyan.

Oia, kalo pengen kenal lebih jauh, dateng saat mereka menyelenggarakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan.

Salam Sinergi… ๐Ÿ˜‰

#masjid #jogokariyan #jogja #yogyakarta #backpacking #backpacker – at Masjid Jogokariyan

View on Path

Advertisements

Kombinasi kopi pahit dan madu yang manis ternyata maknyos, bro.

You have to try this combination ๐Ÿ™‚

footnote:
Kopi asli kaki gunung Ungaran, (Semarang) dicampur kopi asli Gambung (Ciwidey)
Madu asli kaki gunung Ungaran – at Kantor Kecamatan Limbangan

View on Path