Balada Kantong Plastik

1456120821.93-override.jpg.png

Pagi ini ibu saya sempat mencak-mencak karena saat belanja kemarin dia harus bayar kantong plastiknya. Kami sekeluarga sih nyengir-nyengir aja denger keluhannya. Tapi setelah Bapak saya jelasin dan tentunya ngasih solusi, Ibu saya jadi tenang lagi.

Yep, per Februari 2016 kemarin akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa kantong plastik ga gratis lagi.

Ibu saya sebenarnya mewakili kegelisahan masyarakat Indonesia yang sudah terlalu biasa dengan keberadaan si kantong plastik. Bahkan ada seorang Bapak yang sampai mencak-mencak juga di Facebook. Saya sempet baca tulisannya. Dan beliau memberikan alasan yang menarik. Setelah itu ada lagi tulisan yang mendukung kebijakan ini.

Sebagai seseorang yang pernah terlibat aktif di dunia kerelawanan, saya tentu mendukung kebijakan ini. Saya ngikutin banget bagaimana temen-temen aktivis berjuang mengkampanyekan “Diet Kantong Plastik” sejak 5 tahun lalu. Saya ga tau siapa yang mulai, tapi yang sempet kerja bareng yaitu YPBB, Greeneration Indonesia, dan komunitas lainnya. Saya dan temen-temen relawan di Masjid Salman ITB pun berusaha keras untuk ‘Diet Kantong Plastik’ dan sampah lainnya sejak tahun 2013. Makanya kami seneng banget waktu pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan ini.

Nah, sekarang adalah PR besarnya.

Gerakan ini tidak serta merta selesai dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah. Bahkan ternyata keluarga dekat saya sendiri masih punya resistensi terhadap kebijakan ini. Wajar sih, namanya juga perubahan. Buat temen-temen yang pernah belajar Fisika, pasti inget dong Hukum Newton I tentang kelembaman. Hukum Newton I itu bilang bahwasanya sebuah benda cenderung diam atau cenderung terus bergerak jika tidak ada energi yang membuatnya bergerak atau berhenti.

Hukum ini pun berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kali ada perubahan, pasti menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang tidak siap dengan perubahan, pasti akan menentangnya atau minimal resisten terhadap perubahan tersebut. Tidak peduli seberapa baik perubahan tersebut akan berakibat pada mereka.

Untuk kita yang memandang baik perubahan ini, bantu yuk keluarga dan teman-teman kita agar sama-sama siap. Caranya gimana? Ini beberapa tipsnya:

  1. Jadilah teladan. Yep, perbuatan selalu lebih baik daripada sekadar kata-kata. Mari kita mulai dengan selalu membawa goodie bag, kantong kertas, kantong kain, atau kantong goni sekalian ke mana pun kita pergi agar kita ga selalu mengandalkan kantong plastik. Ga perlu ngomong pun orang-orang di sekitar kita akan ikut ko, meski ya perlu waktu.
  2. Make it a rule and habit. Perlu diatur dan dibiasakan, apalagi kalau yang sudah punya keluarga sendiri. Aturan ini bisa kita terapkan di rumah dan dijadikan kebiasaan untuk keluarga kita, apalagi buat anak-anak. Kalau hal ini sudah menjadi habit bagi anak-anak kita, perubahan ini akan langgeng dengan sendirinya.
  3. The war is not over. Kampanyekan terus perubahan ini. Bahan kampanye nya banyak ko. Bisa dicari via internet. Temen-temen aktivis sudah berbaik hati membuatkan berbagai media kampanye. Nah, berikut ini saya perlihatkan 1 contoh infografik dari http://www.dietkantongplastik.info

1456139959_diet-kantong-plastik-2

So, are you ready to make a change?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s