Fly on Pidie Jaya

*Baru nyadar udah lama ga nulis di blog ini. hehe

Selama 3 hari ini saya berkesempatan berkunjung ke Pidie Jaya, sebuah kabupaten di Aceh yang diterjang gempa pada Desember 2016 lalu. Dan saat ini sudah memasuki fase recovery atau pemulihan.

Jadi relawan? Hmmm. Kayanya lebih tepat disebut rihlahwan deh. Haha

(note: rihlah = wisata, rihlahwan = wisatawan)

Bersama kedua relawan dari Lazis Amaliah Astra dan Aksamala Foundation, saya diantar berkeliling oleh Bang Firdaus, relawan lokal kami. Kedua kawan saya itu punya misi kemanusiaan di fase recovery ini, nah kalo saya sih ambil foto-foto aja. Duh, rihlahwan, rihlahwan. Haha.

Sembari mengantar mereka koordinasi dengan berbagai pihak, saya dibantu Bang Firdaus untuk ‘terbang’ di beberapa titik kerusakan. Di blog ini saya tampilkan beberapa titik saja yaitu pemukiman di Gampong Quba Pangwa, Masjid Quba Pangwa, dan Pasar Trienggadeng.

Jika melihat sekilas, kawan-kawan mungkin melihat seolah tidak banyak kerusakannya. Tapi kalau diperhatikan lebih detil, ada beberapa tempat yang tinggal puing-puing saja. Gempa dengan skala 6,4 richter ini memang menimbulkan kerusakan yang tidak merata. Kerusakan terparah menghantam bangunan yang berada di jalur gempa tersebut: ambruk dalam 17 detik dan mengambil nyawa penghuninya.

Saat ini, para penyintas (note: survivor) gempa tinggal di hunian sementara yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga sosial (NGO). Pada aerial image yang saya upload, terlihat ya beberapa bangunan semi permanen yang terbuat dari triplek maupun tenda.

Ok, sebenarnya tulisan ini terlalu panjang kalau untuk pengantar galeri foto. Hehe. Untuk closing, saya hanya ingin mengutarakan betapa saya selalu dikejutkan dengan semangat masyarakat Indonesia untuk membantu sesama. Bayangkan saja, hingga saat ini masih banyak NGO yang bekerja untuk membantu proses construction recovery yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit.

Dana dari mana? Masyarakat Indonesia tentunya.

This is the power of SYNERGY.

Advertisements

NOBAR FILM “IQRO” bersama adik-adik #JendelaMimpi

Teman-teman, nonton bareng film yg bertema keluarga, religi, dan ilmiah ini yuk. Sambil nonton, teman-teman pun ikut bersedekah dengan mengajak nonton bareng adik-adik Jendela Mimpi. Kamu juga bisa membawa donasi buku kayak baca buat mereka..

Catat tanggalnya ya:

Sabtu, 4 Februari 2017
Pukul : 13.00 – selesai
Tempat: Kalibata XXI, Jakarta Selatan

Trailer Film Iqro

Tiket Rp. 100.000 ( Sudah termasuk 1 tiket nonton untuk donatur, 1 tiket untuk adik JendelaMimpi
Buruan pesan, tiketnya terbatas

Booking Tiket via WA:
IQRO (spasi) NoHP(spasi)Nama(spasi) Jumlah tiket.
SMS/WA ke 085659200090
Contoh : IQRO 082244449942 Ramadhan 2 tiket

Pembayaran via transfer:
Mandiri 130-00-1244294-6 a.n. Yayasan Synersia

Konfirmasi transfer:
SMS/WA ke 0856 5938 7339

Info :
Kak Ugha: 0856 5920 0090 (Jendela Mimpi)
Kak Septian: 0856 5938 7339 (Synersia)

Event ini Kerjasama:
Synersia Foundation
Jendela Mimpi
Sedekah Buku Indonesia

View on Path

“Jika kita meringankan beban orang lain, maka Allah akan meringankan beban kita.”

Percaya sama pernyataan ini? Saya percaya. Lebih dari itu, saya yakin. Dan dengan meyakini pernyataan ini, kita tidak perlu lagi berharap balas jasa dari orang-orang yang kita bantu.

Saya masih ingin cerita tentang Learning Camp Sinergi untuk contoh kasusnya. Terutama sahabat saya, salah satu pengajar inti di LC Sinergi.

Ntah berapa lama proses dia mencari dan ngelamar kerja. Bahkan sampai kamarnya bau apek pun, dia masih kerja serabutan. Segala macam dijualin.

Nah, hanya selang 4 hari dia berkomitmen utk gabung jadi Tim Inti LC Sinergi, dia dipanggil interview dan mendapat pekerjaan.

Ini baru berkomitmen saja, baru niat baik. Belum dilaksanakan lho. Tapi ternyata janji Allah mendahului niatnya.

Jadi…
masih nunggu kaya utk beramal?
masih nunggu kuat utk menolong?
masih nunggu hebat utk menebar manfaat?
Kerjakan sekarang juga, selagi kita bisa.

Benar memang kekayaan dapat memperbesar kemanfaatan kita bagi orang lain. Tapi, kekayaan tidak menjamin kita utk selalu menjadi manfaat. Bisa jadi malah orang iri dengan apa yg telah kita capai.

Who knows?

Bahkan, saya melihat lebih banyak orang biasa yang mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar utk sekitarnya

Tribute to all volunteers around the world.

Keep making positive impact… 🙂

View on Path

Gunung Api Purba Nglanggeran adalah salah satu kawasan ekowisata di Gunung Kidul. Mulai mencari salah satu objek wisata yg dikelola profesional sejak 2011. Dari Jogja ke Nglanggeran cuma sekitar 1 jam pake motor matic tanpa macet. 🙂

Yang menarik dari kawasan ini adalah model bisnisnya yang bertumpu pada konsep social entrepreneurship alias wirausaha sosial. Jadi, selain generate profit, kawasan ini juga memberikan positive social impact bagi masyarakat sekitar.

Berikut beberapa poinnya:
1. Dikelola secara profesional oleh Karang Taruna setempat: 12 manajemen inti dan melibatkan sekitar 150 pemuda dgn berbagai profesi. Kondisi ini meningkatkan kebanggaan pemuda pada kampung nya sekaligus mengurangi urbanisasi.

2. Dikelola dengan prinsip green sustainable environment sehingga keasrian dan kelestariannya tetap terjaga. Oia, Nglanggeran sudah masuk dalam database international geopark

3. Masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan dengan skema homestay. Ada puluhan homestay yg siap ditempati.

Kemampuan Karang Taruna nya dalam mengelola Nglanggeran secara profesional mengurangi konflik akibat rebutan ‘lahan’ yg biasa terjadi di kawasan wisata.

Terakhir, tiket masuk:
Siang: 7000
Malam: 9000
Wisatawan asing: 15000
Parkir motor: 2000

#jogja #yogyakarta #gunungkidul #nglanggeran #indonesia #travel #journey #backpacking #backpacker #jalanjalan #socialentrepreneur #socialenterprise #youth #karangtaruna

View on Path